
Kemungkinan besar sesuai dengan ujaran Yudie Chaniago sejenak saat ngobrol, “Membuat lagu susah itu gampang membuat lagu gampang itu susah”. Sebagai bukti Kunanti, Lamunanku, Angsa Putih, dan PTHB gampang dinyanyikan bareng dengan para penonton kala unjuk aksi di atas panggung, namun bisa jadi sangat sulit dalam proses kreativitasnya. Spiritualitas dipastikan hadir saat proses kreativitas kala lagu itu nantinya ngehit, begitu obrolan dengan Yudie Chaniago. Sementara itu, tarikan spiritualitas tidak mudah hadir dan sulit dihadirkan meskipun akan tetap hadir pada moment tertentu.
Selain lagu-lagu disuguhkan, permainan alat musik para personel dipertontonkan dengan apik di atas panggung, maklum jam terbang sudah tinggi di industri musik Indonesia. Chemistry personel dan antarpersonel sudah terjalin lama di dunia musik, setidaknya dalam hitungan tahun telah berlangsung seperempat abad. Wansyah Fadli mempertontonkan dengan apik permainan lead guitar beradu nada dengan bass yang dibetot oleh Tambi, mengingatkan jam session di panggung pertunjukan musik jazz. Tak kalah penting yang selama ini menjadi magnet Arwana, yaitu Hendri Lamiri dengan biola yang selalu bertengger di atas pundak kirinya serta gesekannya (bow) melalui rasa menyentuh dawai-dawai biola menghasilkan nada yang mumpuni.
