in

#SocialDistancing Bukan Halangan Coffternoon Berkarya!

WhatsApp Image 2020 04 14 at 23.54.00

Oleh : Filisianus Richardus Viktor

Merebaknya pandemi COVID-19 membuat panik seisi dunia, tak terkecuali Indonesia. Berdiam diri #dirumahaja, merasa terkekang, dan dirampas kebebasannya. Dunia entertainment, khususnya industri musik Indonesia, baik nasional maupun lokal mendapat pukulan keras dengan kondisi pandemi saat ini.

Salah satu band lokal Pontianak, Kalimantan Barat, Coffternoon mengaku kehilangan 5 jadwal manggung di akhir bulan Maret dan awal April akibat harus melakukan #socialdistancing. Memang sangat disayangkan tetapi harus dilakukan demi memutus rantai penyebaran COVID-19.

Hal itu diketahui lewat paparan langsung vokalis Coffternoon, Edwin Setiadi Raharja, “Ada dua event kampus, dua event sekolah, dan satu event umum yang sudah terjadwal seharusnya.” Beberapa hal seperti pembuatan video lirik dan video klip yang harusnya selesai dalam rentang waktu dekat-dekat ini juga terpaksa dihentikan.

Meski tidak banyak yang dapat dilakukan, Edwin menjelaskan, “Kami tetap bisa berkarya dengan hal yang terjadi saat ini. Para anggota Coffternoon sepakat untuk membuat video spesial Jamming Session yang tujuannya mengekspresikan secara spontan mengenai masih banyak hal yang bisa dilakukan di rumah.”

Kehadiran pandemi ini lantas tidak memadamkan semangat Coffternoon untuk berkarya. Edwin menyampaikan bahwa proses berkarya akan tetap berjalan dengan musisi lainnya, tentunya denga tetap memerhatikan beberapa hal yang tujuannya menjaga diri di tengah masa pandemi ini. Ia juga membocorkan satu karya yang sedang dikerjakan Coffternoon, yaitu pembuatan lagu yang bertemakan tersenyumlah Indonesia. Karya ini merupakan hasil kerjasama salah satu multi instrument bernama Ari Black.

Ketika #socialdistancing merugikan industri musik tetapi masih ada sisi positif yang dirasakan Coffternoon. Mereka kini menjadi lebih sadar akan kebersihan baik diri dan lingkungan sekitar. Kemudian, berkat #dirumahaja, banyak momen bersama keluarga yang jarang dilakukan sebelumnya. Tidak hanya itu, kebiasaan berolahraga setiap hari serta pendekatan diri secara spiritual melalui doa jadi lebih sering dilakukan.

“Saya rasa kawan-kawan cukup dewasa untuk bertindak mengantipasi diri. Kita sama-sama merindukan aktivitas kita sehari-hari di luar sana. Oleh karena itu, perilaku kita saat ini menentukan cepat atau lambatnya pulih dunia ini,” pesan Edwin kepada masyarakat.

Written by teraju.id

20200414 Week 3 Ayu Novita Cegah COVID 19

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Sediakan Pemeriksaan Covid-19 Bagi Lansia 60 Tahun Keatas

WhatsApp Image 2020 04 14 at 23.50.49

4 Negara yang Sudah Mencapai Puncak Pandemi COVID-19