in

Sujud Tilawah Merenda Wakaf Produktif Nusantara

al hijrah sujud tilawah

Oleh: Nur Iskandar

Bang Bung Ben—Beni Sulastyo—salah satu dari empat imam Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin dalam Pelatihan Nazir Profesional Wakaf Produktif: Outlook 2021 menegasikan baitullah dengan baitulmaal sebagai keping uang logam yang abadi. Ia contohkan Baitullah yang dibangun Ibrahim AS sejak 3000 tahun silam. Kerajaan di atasnya silih berganti, namun baitullahnya abadi. Tetap ada dan tumbuh sampai sekarang.

Baitullah dan baitulmaal itu pula yang menjadi tools. Alat. Tuas pengungkit Alhijrah, Majelis Adat Budaya Melayu bersama Konsorsium Tawaf Indonesia menggerakkan iman, ilmu serta amal umat.

Gerakan bangun subuh membangun umat. Membaca dan menghayati Assajadah dan Alinsaan. Kini, Alhijrah non stop sujud tilawah ke-9 (1/1/21). Alhijrah-MABM Kalbar telah berhasil menyelenggarakan sebuah agenda besar nasional. Yakni pemintaran nazir wakaf produktif.

Telah lahir sebuah forum di dalam koridor WhatsApp, di mana antara 70 peserta seluruh Indonesia tetap dibina oleh instruktur profesional yang telah teruji dan terbukti gerakannya. Dalam forum itu difasilitasi tukar menukar informasi, meracik program serta mencari solusi.

Baca Juga:  Dua Perisai Pancasila dan Makna Pindahnya Ibukota ke Jantung Kalimantan

Forum itu sudah berumur 3 hari pada hari pertama Januari 2021 ini. Sudah aktif. Langsung berlari. Tancap gas. Kencang. Isu yang menggelinding adalah nazirpreneurship. Kurikulumnya sedang dirampungkan dan segera “action in January.”

Berkah subuh berjamaah ini riil. Alhijrah merasakannya. Dalam tentir Sujud Tilawah ke-9 hasilnya produktif sekali.

Model reinstal program setiap pekan rutin ini ampuh. Apalagi bisa remaja, pemuda dan 150-an juta penduduk muslim Indonesia bergerak ala Adam dan Hawa serta direnovasi Adam-Hajar-Ismail berupa baitullah dan baitulmaal. Sunnah Rasulullah Muhammad SAW berupa reformasi akhlak sebagai garansi rahmatan lilalamiin akan bersemi dari rahim Ibu Pertiwi. Tabarakallah. Insya Allah. Bangun jiwanya, bangunlah badannya. Itu pesan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. (Penulis adalah pegiat literasi wakaf-wakaf literasi. Anggota BWI Kalbar Bid Wakaf Produktif. HP-WA 08125710225)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

133278032 853567772043855 7974111198709498441 n

Dimana Bumi Dipijak, Di Situ Kita Tanam Biji & Suburkan Aset Wakaf Produktif Untuk Masyarakat

2020 kerja

Karya di Tahun 2020