Oleh: Nur Iskandar
Pada tahun 2007 saya bersama Tanto Yakobus, Stefanus Akim, Hairul Mikrad dan Dr Yusriadi serta Asriyadi Alexander Mering berkunjung ke kediaman ilmuan matematika FKIP Universitas Tanjungpura Anselmus Robertus Mecer yang akrab disapa dengan AR Mecer. Beliau dikenal sebagai dedengkot pendiri Credit Union Pancur Kasih. Kami datang bertandang di kediamannya Kompleks Perumahan Dosen Untan karena hendak mendirikan koran baru bernama Borneo Tribune. Kami ingin belajar tentang kemajuan Credit Union Pancur Kasih yang saat itu telah mempunyai aset bertumbuh di atas 1 triliun! Sebuah pemandangan eksotik sekaligus fantastik karena pendirinya adalah para guru yang ditabalkan sebagai pihak pahlawan tanpa tanda jasa dan rutinitas keuangannya pun biasa-biasa saja. Justru itu kami tertarik dengan medan magnet CU. Dari biasa-biasa saja menjadi luar biasa, ini yang ‘super duper rrrruar biasah’. Nah Hari H jam H kami menyeruput teh di kediaman AR Mecer yang hanya dibelah seruas jalan 4 meter dengan Kampus Magister Hukum Untan.
