Community

Wakaf Mujahidin yang Diresmikan Pak Harto

Wakaf Mujahidin yang Diresmikan Pak Harto
Foto Jemaah Idul Fitri di Plaza Mesjid Raya Mujahidin era 1990-an

Dalam proses pembangunannya baik Kadarusno maupun Sultan Hamid turut memonitoring sekaligus berkontribusi secara konsep maupun aliran dana. Senyampang waduk juga diperlukan masyarakat Kota Pontianak sebagai reservoir air. Tak ayal lagi kawasan urugan tanah untuk menampung air laksana danau itu terkenal sebagai Daerah Waduk. Kini lokasi waduk itu telah ditutup kembali di depan Hotel Kapuas Palace.

Adapun tanah liatnya yang bergunung-gunung dipakai meratakan tanah anyao di Sen Tiong, lalu berdirilah dengan megah Mesjid Raya Mujahidin. Mesjid ini berada di kawasan non pemukiman. Diresmikan oleh Presiden RI Soeharto di tahun 1978.
Tidak mudah memakmurkan mesjid di atas tanah seluas 6.3 hektar yang diarsiteki Ir H Said Dja’far. Dibentuklah Remaja Mesjid Mujahidin yang eksis sebagai remaja mesjid terbesar di Kalbar hingga sekarang. Ketua pertama saat akhir 1970-an itu adalah Mawardi dkk seangkatannya yakni polisi Darobi, Achmad Fathoni dll. Begitupula didirikan Perguruan Mujahidin yang berangsur-angsur tumbuh sejak Taman Kanak-Kanak, SD, Madrasah Tsanawiyah dan SMP, Aliyah dan SMA serta berbagai unit yang lain seperti Wanita Mujahidin, BMT Mujahidin, hingga kini ada Radio dan TV Mujahidin.