Edukasi

Anggap Saja Soal Nikah Muda

Anggap Saja Soal Nikah Muda

Sudah semestinya generasi milenial mengendalikan teknologi agar tidak mengarusi terjadinya menikah karena kecelakaan sehingga terjadi pernikahan dini akibat salah tontonan yang merangsang hasrat seksual. Menurut Mubasyaroh di antara dampak-dampak yang ditimbulkan oleh pernikahan dini adalah pendidikan anak terputus, kemiskinan karena pelaku belum mampu menafkahi keluarga barunya, kekerasan dalam rumah tangga karena kurang dewasa, terganggunya kesehatan psikologis karena hukuman sosial, anak yang dilahirkan (prematur), kesehatan reproduksi dapat memicu risiko komplikasi medis. (Mubasyaroh, 2016)

Akibat Krisis Beragama

Apabila dilihat dari sudut pandang agama, menikah adalah kegiatan sakral yang sangat dianjurkan. Selain melanjutkan keturunan juga membina seseorang menuju pendewasaan dalam mengarungi roda kehidupan berkeluarga.

Menikah muda sejatinya sangat dianjurkan oleh agama apabila memenuhi syarat (mampu). Perkara ini berangkat dari penjagaan muruah seorang remaja dalam pergaulannya supaya tidak salah haluan. Namun, kenyataan berkata lain, data-data yang ditunjukkan oleh pemerintah maupun pengamatan langsung memperlihatkan kemirisan.

Kasus-kasus menikah muda lebih kepada menikah di bawah umur di luar ketentuan hukum negara. Kepercayaan yang dianut agama adalah mentaati pemimpin, sehingga jika seseorang tidak mengikuti aturan negara secara otomatis pun melanggar aturan agama.