Community

Budaya Bisu Cendekia Muda

Budaya Bisu Cendekia Muda

Tingkat pemikiran yang berisi pengetahuan sebenarnya siapapun mampu meningkatkannya, karena hal tersebut tidak lain diperoleh dengan kemauan berusaha. Kita bisa belajar dari orang-orang terdahulu. Disebutkan dalam kitab Al Ilmu karya Al-Utsaimin, seorang penuntut ilmu bernama Al Kisa’i suatu ketika belajar, namun ia sempat menyerah akibat tidak bisa menyerap seluruh ilmu yang dipelajarinya, hingga akhirnya beliau menyerah dan tidak lagi menuntut ilmu. dalam perjalanan pulang ia melihat sekumpulan semut membawa makanan diatas batu yang kemiringannya mencapai 90 derajat. Setiap kali memanjat semut itu berulang kaki terjatuh, karena terus mencoba akhirnya semut tersebut berhasil memanggul makanannya sampai dipuncak batu. Sejenak Al Kisa’i termenung, dalam hatinya berkata “semut saja pantang menyerah untuk mencapai keinginannya.” Setelah kejadian itu Al Kisa’i kembali ke jalur menuntut ilmu dan bersungguh-sungguh. Dikemudian hari beliau terkenal dan menjadi seorang yang ahli dalam ilmu Nahwu, siapapun yang belajar ilmu Nahwu dimasa itu pasti menyebut-nyebut nama beliau.