Membangun budaya diskusi dan menyembuhkan bisu harus senantiasa ditanamkan kepada setiap mahasiswa, dosen sebagai fasilitator atau penengah sangat diharapkan mampu memberikan pengaruh positif terhadap mahasiswanya, bisa melalui motivasi atau dengan metode pembelajaran yang berusaha mengembangkan budaya diskusi. Suatu permasalahan yang terdapat banyak perbedaan pendapat atau ragam teori melaui diskusi akan ditemukan titik temu, itulah mengapa diskusi urgen dikalangan mahasiswa. Diskusi juga memberikan pengaruh terhadap karakter bijak mahasiswa. Akan tetapi, tidak seimbang rasanya jika sekedar dosen yang berusaha mengaktifkan kepasifan mahasiswanya. Oleh karena itu, harus ada korelasi antara mahasiswa dan dosen dalam menghilangkan kebisuan budaya diskusi.
(Penulis adalah Mahasiswa Ekonomi Islam IAIN PONTIANAK)
