Si nenek terlentang tak berdaya. Kakinya menjulur ke arah dinding dan kepalanya ke arah pintu kamar. Si kakek tergolek lemah di sebelah kanannya.
“Maaf, dokter. Terima kasih mau menengok kami” Kakek Min memulai pembicaraan. Suaranya sudah sangat lirih.
“Maaf, saya tiduran, sudah tidak mampu berbuat apa pun. Tangan kanan saya sudah mati rasa. Tiga tahunan merawat nenek” Tangan kirinya menepuh tubuh istrinya.
“Ia tergolek seperti orang mati. Tetapi, masih mau makan. Tiap hari saya rawat sendiri. Memandikan. Memasakkan makanan kesukaannya. Menyuapi. Dan, juga membersihkan kotorannya. Dia masih kuat. Saya yang kalah” Ia berhenti. Napasnya terengah-engah.
“Kakek diam dulu, ya. Saya periksa”. Potong saya.
Sebelum pulang saya tinggalkan sejumlah obat racikan untuk diminum. Tentu juga sedikit uang untuk membeli lauk barang dua tiga hari ke depan.
Terbitan penelitian Riskesdas 2015 menyebutkan bahwa angka kesakitan lansia Indonesia 25.05%. Dilaporkan juga ada enam penyakit yang paling sering diderita para lansia. Dari yang paling tinggi penderitanya adalah: hipertensi, artitis, paru obstruktif kronis, jantung, gagal ginjal dan diabetes. Tetapi, yang diderita Kakek Min tidak satu pun mengarah ke sana.
