Kultur

Kakek Min,

Kakek Min,
Dr Leo Sutrisno

Dalam WA dari ayah tertulis “Pak Min itu, Ia pesuruh. Jaman saya di sana sudah tua. Dia termasuk salah satu yang bekerja dari awal di SMA tempat ayah pertama kali mengajar. Ia orang baik. Para murid sangat menghormatinya. Kabarnya, setelah pensiun ia kembali ke kampungnya, di Kebumen. Tak tahu kenapa justru kau temukan di sini”

“Katanya, ia dan istri mengikuti anak yang menjadi guru SD di ini. Namun, ketika anaknya dipindah tugas, mereka memutuskan tinggal di sini saja” Balas saya ke ayah.

Lewat seorang perawat yang pergi mengunjunginya lagi satu mingu berikutnya, saya titipkan sejumlah uang kepada Kakek Min. Sejumlah uang yang lain juga saya titipkan kepada Pak RT untuk persiapan jika terjadi sesuatu.

Dua minggu kemudian, Kakek Min meninggal. Sehari berikutnya disusul istrinya. Karena sedang musim gelombang tinggi, anaknya tidak dapat pulang. Syukurlah semua sudah diselesaikan oleh warga setempat di bawah arahan Pak RT. Terima kasih, Pak RT.

Layar plasma langit sudah tergulung lagi. Saya kembali ke markas. Kembali ke bebatuan sekitar sumber di belakang Puskesmas sambil menantikan kehadiran belalai bianglala.