
Soal aksara, sebaiknya kita kuasai agar banyak kitab bisa kita pahami. Bisa belajar ilmu jazirah Arab dan Asia serta Eropa. Belajar adalah keniscayaan kalau mau menguasai dunia. Membaca adalah kunci membuka gudang ilmu. Gudang ilmu adalah buku. Jadi, penggunaan aksara Arab bagi kami adalah budaya baca sejak dini. Hal itu telah berurat berakar. Bahkan menyumbang IPM Indonesia karena melek huruf. Bisa membaca. IPM adalah Indeks Pembangunan Manusia.
Sedari kecil kami diajar haus akan ilmu. Termasuk Latin untuk Belajar Bahasa Inggris. Juga kanji untuk belajar bahasa Mandarin. Tidak ada kamus memusuhi bahasa. Karena bahasa adalah budaya. Budaya tertinggi malahan. Kita bisa melihat ketinggian suatu budaya bangsa ya dari bahasanya. Dari pribahasanya. Dari serat sastranya.
Bahasa Melayu identik dengan Arab. Identik dengan lingua franca. Identik dengan bahasa persatuan. Bahkan kini tergolong Bahasa Internasional. Menyatukan dunia pula.
Kita harus bangga. Dan tahu sejarah Sumpah Pemuda. Tahu sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tahu kesaktian Pancasila. Tahu reformasi total. Termasuk reformasi total sumpah serapah dan hoaks kepada akhlakul karimah. Budi pekerti mulia yang ibarat PanTun (Sopan dan Santun).
