Keluhan seperti ini sesungguhnya tidak mengherankan karena semua serba darurat dan mendadak. Hasil belajar siswa melalui PJJ yang dilaksanakan dalam keadaan normal, sebelum masa pandemi COVID-19, pun rendah (ES= 0.048, k= 39, N= 71,731- Mike Allen, Edward Mabry, Michelle Mattrey, dan John Bourhis, 2004).
Mickey Shachar, 2016, memeta-analisis 125 penelitian eksperimental dan kuasi eksperimental yang membandingkan hasil pembelajaran tatap muka dan PJJ yang dilaksanakan dalam kurun waktu 20 tahun. Ada 20.000 siswa yang berpartisipasi. Hasilnya, PJJ juga tidak cukup tinggi dibadingkan dengan yang tradisional (ES= 0.257)
Qian Liu, Weijun Peng, Fan Zhang, Rong Hu, Yingxue Li, Weirong Y, 2016, membandingkan besar efek ‘blended learning’ dan pembelajaran tradisional di kalangan profesi kesehatan. Mereka memeta-analisis 56 penelitian yang memenuhi syarat. Ditemukan bahwa besar efeknya juga tidak tinggi (ES= 0.26).
Penelitian Cheng Li,, Jing He, Chenxi Yuan, Bin Chen, dan Zhiling Sun, (2019) juga membandingkan besar efek ‘blended learning’ dan terdisional masih di lapangan kesehatan, yaitu di palangan pendidikan keperawatan. Ada 8 penelitian yang memenuhi syarat dan 574 perawat tang beroartisipasi. Ditemukan bahwa blended learning secara signifikan meningkatkan pengetahuan (ES = 0.70), ketrampilan (ES= 0.58), dan kepuasan para perawat terhadap kompetensinya (ES= 0.72).
