Tahun 2020 ini, Alexandre Vallée, Jacques Blacher, Alain Cariou, dan Emmanuel Sorbets memeta-analisis 56 penelitian ‘blended learning’ masih di bidang kesehatan (9943 partisipan). Hasilnya, terhadap pembelajaran daring tinggi (ES= 0.73). Namun, terhadap luring, tidak jauh berbeda (ES= 0.08)
Di bidang pendidikan umum, meta analisis ‘blended learning dilakukan oleh Hien M.Vo, ChangZhu, dan Nguyet A.Diep (2017). Besar efek ‘blended learning’ jika dibandingkan dengan tatap muka rendah (ES= 0.385, N=51)
Walau kebijakan ‘blended learning 2021’ ini secara khusus diambil untuk menghadapi ‘new normal’ di masa pandemi COVId-19, ada harapan di masa mendatang terutama untuk memenuhi kebutuhan para milenial.
Tahun 2012, Jeffery S. Drysdale, Charles R.Graham. Kristian J.Spring, serta Lisa R.Halverson, menganalisis 205 disertasi dan tesis tentang ‘bllended learning’. Ada sembilan topik yang dibahas, yaitu: 1. hasil belajar siswa, 2. desain instruksional, 3. interaksi, 4. teknologi, 5. demografi, 6. disposisi, 7. komparasi, 8. pengembangan profesional dan 9. Lain-lain.
Ada baiknya, ke-9 hal ini juga dipertimbangkan oleh para pemangku kepentingan ketika akan menerapkan ‘blended learning’ di Indoneisa awal 2021 mendatang. Tantangan utama adalah memilih desain pendekatan yang paling tepat guna karena bagi Indonesia ini merupakan sesuatu yang ‘baru’ (Ali Alammary, Judy Sheard, dan Angela Carbone, 2014).
Ada medan baru baru para peneliti pendidikan. Semoga.
