Seperti juga para petani yang mengolah tanah, menanam, serta merawat tanamannya, dan selebihnya sampai berbuah diserahkan kepada Tuhan, kita juga mengatakan, “Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas Bumi seperti di dalam surga”. Sekali lagi, Ia tidak meninggalkan kita baik dalam keberhasilan maupun dalam kegagalan, baik dalam kebahagiaan maupun dalam kemalangan. Kita disembuhkan dari rasa khawatir.
Kita telah masuk dalam hubungan bapak-anak. Kita telah diberi tugas membangun kerajaan-Nya dalam diri kita masing-masing. Kita juga telah melaksanakan kehendak-Nya. Karena itu, kita mulai berani memohon. Kita telah disembuhkan dari rasa takut dan segan.
Tentu, pertama-tama kita minta dipenuhi ‘kebutuhan pokok’, yaitu ‘rejeki’. Tidak hanya rejeki jasmani tetapi juga rejeki rohani. Termasuk, mohon kesembuhan dari segala penderitaan. “Berilah rejeki hari ini”. Kita disembuhkan dari kelaparan, kehausan, kehujanan, serta segala kekurangan yang lain.
Agar siap menerima pemberian-Nya, kita dengan rendah hati mengakui kekurangan-kekurangan kita. Kita mohon pengampunan-Nya. Kita menerima kasih-Nya. Dan, kita mesti juga mengasihi yang lain. Kita tidak dapat mengasihi jika kita tidak memaafkan. “Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami”. Dengan memaafkan maka sakit kita aakan berkurang atau bahkan hilang. Kita disembuhkan dari rasa benci dan dendam.
