Opini

Dari Kalbar: Antologi Bersama Indonesia

Dari Kalbar: Antologi Bersama Indonesia

Identitas tidak bisa dipungkiri yang kerap mewarnai dalam lini kehidupan, harus terus diupayakan bermetamorfosis menjadi identitas kebersamaan. Keniscayaan identitas tetap niscaya dalam eksistensinya tanpa mereduksi identitas kolektif demi menopang antologi bersama tersebut. Bukan pula kemudian buku besar antologi bersama menafikan sebuah identitas, melainkan memberi ruang parsial dari anasir antologi tersebut.

Pada gilirannya, idealisme yang harus dilempangkan, baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang, adalah memelihara (maintenance) antologi bersama. Jangan sampai antologi itu terkoyak-koyak lembarannya atau tergantikan oleh antologi eksklusif sebuah identitas yang parsial. Tetap terus diupayakan, malah diperjuangkan agar antologi bersama tidak tergantikan dan tidak terbredel-bubarkan oleh sebuah situasi yang sebenarnya sesaat.

Kepentingan-kepentingan sesaat saatnya diminimalisasi agar kesadaran kolektivitas tetap dalam koridor kewarasan tingkat dewa. Dengan kata lain, kepentingan abadi harus dijadikan dasar atau cetak-biru (blue print) adalah dasar rancang-bangun antologi bersama dengan ragam identitas yang terdapat pada lembarannya. Dari lembar ke lembar keniscayaan ragam narasi ujung timur-barat dan ujung utara-selatan Kalimantan Barat terikat dalam narasi besar (grand narration) antologi bersama demi narasi lebih besar Indonesia.