Nah, disini benang merahnya, memang, kita akui bahwa kita memiliki tenaga kesehatan yang masih kurang dari segi kuantitas, tugas kita adalah bagaimana cara kita untuk meningkatkan kualitas tenaga dan fasilitas kesehatan kita. Apalagi, di karakteristik wilayah kita yang penuh tantangan, sangat diperlukan inovasi-inovasi baru untuk mampu mengedukasi masing-masing individu masyarakat, meningkatkan peran komunitas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas kesehatan di Kalimantan Barat ini.
Disinilah saya rasa perlu adanya digitalisasi fasilitas kesehatan kita, untuk mempermudah edukasi dan informasi kesehatan ke genggaman tangan masyarakat, meningkatkan kesadaran masyarakat kita akan kesehatan, dan memudahkan masyarakat kita untuk mengakses kesehatan di Kalimantan Barat. Dengan digitalisasi fasilitas kesehatan, kita mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah ditengah SDM kita yang masih kurang jumlahnya. Banyak hal lain yang bisa kita lakukan dengan memanfaat kan teknologi dan dunia digital tersebut.
Seperti, kita dapat meningkatkan efisiensi pengawasan makan obat pada pasien dengan tuberkulosis dengan digitalisasi program TB yang membantu pula dalam efisiensi pencatatan dan pelaporannya. Digitalisasi pelayanan kesehatan ini juga mampu mengefisiensikan dan memiliki daya ungkit dalam meningkatkan program kesehatan kita.
Ada pula yang telah diterapkan di Singapura dengan Whole Package App kesehatannya yang mampu memfasilitasi masyarakatnya untuk mengakses fasilitas kesehatan melalui telepon genggam dimanapun dan kapanpun.
