Opini

Diperbudak Komentar

Diperbudak Komentar

Kemampuan itu membuat Anda memilih jadi trainer motivasi anak muda. Keliling ke SMP-SMP, keliling ke SMA-SMA menyadarkan banyak generasi muda.

Pekerjaan itu halal, baik, manfaat, tidak melanggar hukum. Tetapi Anda berhenti gara-gara komentar orang :

“Halah, ngomong doang, gak ada karya, gak konkret, hidup kok dari ngomong”.

Akhirnya Anda kecil hati, berhenti, dan coba yang lain. Banyak anak muda yang kehilangan Anda. Namun Anda tetap berhenti.

*

Karena Anda dikomentarin gak punya karya, akhirnya Anda memilih dagang saja. Agar karyanya kelihatan. Sibuk jualan, apa aja dijual, launching produk terus.

Bisnis Anda bertumbuh, sub dagangan Anda meluas, jual A, B, C D, segala dijual. Akhirnya menuai komentar lagi :

“Ih… Kapitalis banget, jualan terus, budak dunia, padahal harta gak dibawa mati…”

Akhirnya Anda baper lagi, lemes lagi bisnisnya, dikomentarin ahli dunia. Anda jadi males bisnis.

*

Karena Anda berhenti bisnis, Anda coba pilihan hidup yang aman. Yang sekiranya gak ada komentar.

Jadilah Anda profesional di perusahaan kawan Anda. Anda digaji per bulan. Bekerja dengan baik. Membangun perubahan, membentuk organisasi yang lincah.

Anda kira hal ini bebas dari komentar, ternyata ada komentar lagi :