“Walah.. Kok kerja sama orang, ya gak jadi apa-apa lah kerja sama orang, terbatas, nasib di tangan orang lain”.
Anda bete lagi, Anda berhenti lagi.
*
Selesai jadi profesional, Anda punya pengalaman manajemen, pengetahuan dan keterampilan membangun organisasi.
Anda meniti jalan menjadi konselor bisnis perusahaan menengah. Membantu para owner menemukan celah pertumbuhan, membantu para BOD merumuskan strategi dan langkah.
Anda kira hal ini juga aman, karena bukan diatas panggung, gak kerja sama orang, self employee, mandiri, mudah-mudahan gak ada yang komentar.
Ternyata ada juga :
“Nasehatin bisnis orang lain kok gak punya bisnis. Ngasih tahu sesuatu yang gak dilaksanakan”.
Padahal klien Anda dapat manfaat, padahal itulah value Anda, McKinsey dan Boston Consulting Group saja fokus jadi konsultan lalu garap proyek jasa konsultan ratusan M di negeri ini.
Karena Anda dikomentarin, Anda berhenti lagi.
*
Karena Anda lelah dikomentarin, Anda kesal, akhirnya abdikan hidup di masyarakat.
Pokoknya bantu masyarakat, bantu orang sekitar, gak ada lagi tarif-tarif. Gak ada lagi transaksional. Gak ada lagi aroma-aroma kejar dunia.
Anda kira hal ini terbaik. Anda kira hal ini pasti aman. Aman dari komentar.
Ha ha ha…..
La tudrok… La tudrok… La tudrok…
Akhirnya ada juga komentar :
