Terkadang dalam rangka mencapai ambisi tertentu, maka segala macam cara dilakukan, bahkan suap dan sogok pun dianggap biasa-biasa saja, padahal jelas haram. Yang paling memprihatinkan ketika pelakunya adalah ahli agama.
Praktek ini didorong oleh keserakahan, dan inilah bencana agama. Semuanya ini menghilangkan keberkahan sebaliknya akan mendatangkan bencana. Biasanya orang-orang seperti ini sudah tidak berwibawa, nama baiknya rusak, dan cenderung dicuekin.
Sebaiknya biasa-biasa saja, dengan tetap mengedepankan kehati-hatian, karena itulah pokok ajaran agama.
Termasuk dalam hal dukung-mendukung calon tertentu, sebaiknya tidak berlebih-lebihan. Sikap berlebih-lebihan akan membuat hati buta dan pikiran buntu, akibatnya kita kadang dengan gampang menghina, mencaci maki, menjelek-jelekkan orang lain atau kelompok lain yang dianggap lawan, baik dengan gambar editan, video, atau kata-kata yang tak pantas.
Dengan sikap berlebih-lebihan membuat hati buta dan pikiran buntu sehingga kesalahan seseorang yang kita dukung berlebihan pasti dicarikan segala macam cara pembenaran. Dan segala kebaikan dan kelebihan pihak lawan pasti tidak mau diakui bahkan ditutup-tutupi. Kita kadang tidak sadar bahwa ini adalah penyakit hati.
