Begitu juga, pengalaman saya beberapa bulan lalu, ketika berkunjung ke Washington DC., Detroit, dan Los Angeles Amerika Serikat, salah satu kesannya adalah masyarakat dan lingkungannya hidup teratur, disiplin, dan bersih. Maka orang-orang yang tinggal di lingkuan seperti itu akan ikut dengan kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menyeberang jalan sembarangan, tidak menyepelekan apalagi membuang-buang waktu, dan seterusnya.
Sebaliknya, ketika tinggal di lingkungan sosial yang sudah terbiasa parkir kendaraan sembarangan tidak memperhitungkan orang lain dan lingkungan sekitarnya, membuang sampah sembarangan, tidak tahu antri, tidak tahu menghargai orang tua, dan kebiasaan buruk lainnya, maka yang bersangkutan juga dengan mudah ikut-ikutan dan terpengaruh, walaupun hapal ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis tentang kebersihan, keteraturan, dan saling menghargai. Ini sekedar contoh, bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh.
5 Lembaga pendidikan formal ataupun informal
Sebagaimana halnya keluarga dan lingkungan, maka lembaga pendidikan, baik formal maupun informal pasti berpengaruh terhadap anak dan seseorang dalam proses pertumbuhan kepribadian dan karakternya. Setiap hari kecuali hari libur, dari pagi sampai sore, anak-anak, siswa atau mahasiswa tinggal dan berinteraksi dengan insan-nsan lembaga pendidikan itu, terutama pada keteladanan penyelenggara pendidikan itu sendiri.
