Pembentukan karakter anak dan seseorang, sangat dipengaruhi oleh dorongan kekuatan spiritual melalui para guru, ustadz, kyai, ulama, dan lainnya, termasuk lembaga spiritual seperti masjid, surau, atau pun mushalla, lembaga pendidikan spiritual seperti Pondok Pesantren, dan lain-lain.
2. Keluarga terdekat meliputi orang tua, saudara, dan lainnya.
Setiap anak lahir, diasuh, dan dibesarkan melalui sebuah keluarga. Lingkungan terdekat inilah yang sangat berpengaruh pada pembentukan karakternya. Dalam kaitan inilah, Rasulullah SAW. bersabda:
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِه
Tidaklah seseorang itu lahir kecuali dalam keadaan fitrah, maka orang tuanyalah menyebabkan bisa menjadi Yahudi, Nasrani atau pun Majusi. (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Kata “فَأَبَوَاهُ” (maka, kedua orang tuanyalah) bukan hanya ayah dan ibu kandung saja, akan tetapi maksudnya keluarga sebagai pihak yang terdekat dengan anak. Orang-orang terdekat pasti ikut andil memberikan pengaruh dalam pembentukan kepribadian seseorang. Anak yang baru lahir, lalu kedua orang tuanya meninggal dunia, maka pengasuhnya dan keluarga terdekat lainnya, seperti nenek, bibi, dan lainnya yang setiap saat didengar dan dilihat, pasti berpengaruh terutama pada sikap dan perilaku yang gampang ditiru.
