Opini

Farid Gaban Soal Gerakan Wakaf Uang Nasional dan Keling Kumang–Catatan BWI-Pengalaman Liputan

Farid Gaban Soal Gerakan Wakaf Uang Nasional dan Keling Kumang–Catatan BWI-Pengalaman Liputan

Ketua BWI, Prof Dr Ir HM Nuh, DEA kerap kali menegaskan bahwa wakaf adalah instrumen ibadah umat Islam yang plural. Wakaf bisa menjangkau segala lapisan. Apa saja. Lintas etnis dan agama. Termasuk infrastruktur. “Apa saja bisa kita bangun dengan potensial wakaf. Sebab tergantung niat wakif dan profesionalitas nazir,” ungkap Nuh yang juga mantan Mendikbud era SBY. reputasi Nuh kita tahu ‘clear’. Ia NU yang Muhammadiyah. Ilmuan muslim yang sederhana dan punya reputasi tinggi. Ia getol berdakwah soal wakaf produktif dan kemakmuran negara. Petuah Nuh yang saya suka adalah kita mesti ubah paradigma tangan di bawah menjadi tangan di atas. Dari peminta-minta justru jadi penderma. Dari kondisi tangis duka menjadi titik mata bahagia.

Saya justru melihat, bahwa BWI di tahun 2021 di dalam umur berdirinya sejak 2004 atau menginjak 17 tahun adalah terlambat ‘launching’ wakaf uang bersama Presiden. Sebab sebenarnya soal wakaf ini, Indonesia “telat” ketimbang Malaysia, bahkan Bangladesh. Apalagi Turki dan Mesir serta negara-negara Islam-Arab. Mereka telah sampai pada Bank Wakaf di mana umat bisa kredit tanpa bunga! Jual beli dan sadakah mengalahkan riba atau bunga bank konvensional.