
Kita punya bacaan shalawat setiap tahiyat akhir di dalam shalat. Di sana kita mengucapkan salam sejahtera kepada Nabi SAW berikut keluarga dan para sahabatnya. Siapakah keluarga Nabi Muhammad sebagaimana keluarga Ibrahim/Abraham itu? Ternyata dapat dibangun pohon keluarga tersebut. Jika kita urutkan salah satunya sampai kepada Sultan Hamid yang telah memberikan kepada kita kebaikan Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila, simbol lencana negara yang menyatukan. Ini adalah catatan kebaikan dari Sultan Hamid yang tiada banding dengan lencana-lencana atau simbol-simbol lainnya–kecuali bendera merah putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Uniknya, penjahit bendera Fatmawati Soekarno kendati sekali menjahit ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, kemudian WR Soepratman kendati teks lagunya banyak mendapatkan koreksian dari berbagai pihak tetaplah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Hal djazaa’ul ihsaan illal ihsan berlaku. Kepada Sultan Hamid II Alkadrie melalui uraian di atas juga PASTI akan berlaku karena ini sudah disebutkan dalam firman Tuhan Yang Maha Pengasih tidak pernah pilih kasih–Yang Maha Sayang di mana sayang-Nya tidak berbilang.
