Opini

Istri Sultan Hamid–Didi Van Delden–ternyata Juga Keturunan Raja Sulawesi Selatan: Ada Tuang La Wawo

Istri Sultan Hamid–Didi Van Delden–ternyata Juga Keturunan Raja Sulawesi Selatan: Ada Tuang La Wawo
Max Nico membacakan kisah perjuangan orang tuanya di acara kebudayaan Belanda beberapa waktu sebelum menghembuskan napas terakhirnya di usia 78 tahun.

Ia (Ratu Mas Mahkota) dilahirkan pada tahun 1915/ bulan 05/tanggal 01 dalam lingkungan perkebunan keluarganya. Di tubuhnya mengalir darah bangsawan, karena nenek moyangnya adalah ada tuang (raja) dari Sidenreng di Sulawesi Selatan bernama La Wawo (memerintah 1831-1837).

WhatsApp Image 2020 07 02 at 01.52.57
Sultan Hamid dan istri Didi Van Delden bergelar Sultana Maharatu Mas Makhota Pontianak bersama tamu dan keluarga istana di ruang utama Kesultanan Qadriyah Pontianak di masa menjadi raja.

Pada akhir tahun 1930 ia menikah dengan pangeran muda Pangeran Syarif Hamid Alkadrie yang kemudian menjadi Sultan Pontianak ke VII. Dia melahirkan 2 anak. Pertama Sofia kakak Max (wafat mendahului ibunya), dan hanya tinggal seorang putra Max Yusuf Alkadrie yang masih hidup. (NB: saat naskah ini dinaikkan di teraju.id, Max Yusuf Alkadrie yang akrab disapa Max Nico telah pula wafat).

Setelah Jepang membunuh banyak bangsawan pada tahun 1944 di Kalimantan Barat, ia menjadi terkejut dan pada tahun 1945 pada tahun berikutnya Ia dilantik sebagai Ratu Pontianak, ketika suaminya terpilih sebagai Sultan Pontianak ke VII, pada 23-10-1945.

Dalam masa sulit setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia dan Belanda memberikan kemerdekaan penuh untuk Indonesia, Sultan mengirim keluarganya ke Belanda untuk alasan keamanan dan mereka tidak pernah kembali lagi ke Indonesia.