Opini

Istri Sultan Hamid–Didi Van Delden–ternyata Juga Keturunan Raja Sulawesi Selatan: Ada Tuang La Wawo

Istri Sultan Hamid–Didi Van Delden–ternyata Juga Keturunan Raja Sulawesi Selatan: Ada Tuang La Wawo
Max Nico membacakan kisah perjuangan orang tuanya di acara kebudayaan Belanda beberapa waktu sebelum menghembuskan napas terakhirnya di usia 78 tahun.

Selama masa yang sulit bagi suaminya (Sultan Hamid.II, dituduh makar pada 1950 dan setelah pembebasannya, kembali pada tahun 1960- Suaminya dikirim ke penjara untuk apa yang disebut pemberontakan terkenal dengan istilah Bali Conection), Didi selalu mendukung suaminya, dan tidak pernah lupa Pontianak. Banyak hal yang dia lakukan dengan bantuan dari investor Belanda. Hingga sampai waktunya, suaminya meninggal 30-3-1978 dan mereka selalu menyimpan perasaan rindu dan respek yang tinggi terhadap satu sama lain.

Sampai usia yang sangat tua, dia selalu ingin sekedar berkunjung ke Indonesia dan inilah yang membuktikan dirinya sebagai istri terhormat dan intelektual yang tinggi, yang selalu memiliki kesabaran pada temperamen Asia suaminya, Ia dihargai dengan patung di taman istana sultan.

Pada bulan April 2010 anaknya Pangeran Syarif Max Yusuf Alkadrie (Max Nico, red) pergi ke Pontianak setelah 32 tahun, untuk bertemu dengan keluarganya membicarakan masalah keluarga dan juga untuk memenuhi undangan sejarawan Indonesia Mr Mahendra Petrus dari Jakarta, yang sedang melakukan penelitian untuk menunjukkan kebenaran dan menepis tuduhan, bahwa Sultan Hamid II telah mengkhianati revolusi Indonesia adalah tidak benar.