Opini

Istri Sultan Hamid–Didi Van Delden–ternyata Juga Keturunan Raja Sulawesi Selatan: Ada Tuang La Wawo

Istri Sultan Hamid–Didi Van Delden–ternyata Juga Keturunan Raja Sulawesi Selatan: Ada Tuang La Wawo
Max Nico membacakan kisah perjuangan orang tuanya di acara kebudayaan Belanda beberapa waktu sebelum menghembuskan napas terakhirnya di usia 78 tahun.

Terlahir sebagai Dina (Didi) van Delden di Surabaya, Ia telah menemukan kedamaian sekarang. Jika orang lain sekarang akhirnya bekerja untuk membersihkan nama suaminya, adalah hal yang sangat menggembirakanya dan begitu disukainya.

Dina Didi Van Delden menutup mata dengan sangat damai pada 19 Juni 2010. Ratu berkebangsaan Belanda dari Pontianak ini meninggal di kota leluhur sebelah ayahnya, Den Haag, Negeri Belanda.

Dia adalah salah satu wanita Belanda yang bertemu dengan Pangeran Muda Indonesia dan menikah dengannya, sehingga kemudian menjadi ratu dalam sebuah monarki Indonesia. Bukan hanya karena status suaminya, tetapi juga karena karakternya, dia mungkin salah satu ratu paling terkenal berkebangsaan Belanda di Indonesia.

Semoga Beliau beristirahat dalam damai dan kita semua akan selalu mengingatnya. Takkan pernah dilupakan bahwa ada seorang wanita Belanda berhati mulia, yang pernah menjadi bagian dari Kesultanan Kadriah.

Selamat jalan Ibunda Maha Ratu Mas Mahkota. Catatan: ditranslate dari Blog Max Hamid Alkadrie, Putra Beliau, dalam bahasa Belanda dan dimuat pada blog http://kesultanankadriah.blogspot.com/2012/11/wafatnya-ratu-mas-mahkotadidi-van-delden_14.html. Dimuat 12 November 2012.


Untaian artikel di atas semoga turut menyibak kisah seputar Sultan Hamid II Alkadrie yang dituding pro Belanda atau kebelanda-belandaan oleh sejumlah pihak Republiken–sementara Yayasan Sultan Hamid mengusulkannya sebagai Pahlawan Nasional karena jasa-jasanya yang sangat signifikan bagi Bangsa Indonesia.