Dengan banyakan keberagaman tersebut, hadir pula Komunitas Remaja Multi Etnis yang diprakarsai oleh Sholihin Wardhana dan kini juga menjabat sebagai ketua komunitas tersebut. “Komunitas ini memang masih baru, berawal dari bulan Maret tahun 2020 ini merupakan kreatifitas mari berkolaborasi bersama dengan satu langkah, satu tujuan dan satu aksi menjadikan Kalimantan Barat wajah toleransi kebhinekaan, kita harus jadi contoh bagi wilayah lain.
(*Penulis adalah pakar hukum tata negara Universitas Tanjungpura, peneliti sejarah hukum lambang negara elang rajawali Garuda Pancasila)
Baca Juga:Jejak Transmigran Jawa di Teluk Pakedai
