Opini

Kantor Berita Antara Lahir dari Pria Blasteran

Kantor Berita Antara Lahir dari Pria Blasteran

Koran-koran Hindia Belanda pada awal abad 20 sangat bergantung pada layanan berita dari agen Reuters, kantor berita Inggris. Kebutuhan terhadap berita-berita dari luar negeri sangat besar, terlebih-lebih selama Perang Dunia I. Sayang, berita-berita itu sering terlambat sampai di Hindia Belanda. Berretty melihat kondisi itu sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Dengan uang pinjaman, Berretty lalu mendirikan Algemeen Nieuws- en Telegraaf-Agentschap (Aneta) di Batavia pada 1917. Sejak hari pertama, fokusnya adalah bagaimana mendapatkan berita yang lebih beragam dan lebih cepat ketimbang dua pesaingnya: agen Reuters dan kantor berita bentukan pemerintah, NIPA.

Cara berpikir Berretty yang eksentrik membuatnya menemukan cara jitu. Dengan bantuan kenalannya di perusahaan pengiriman paket, Berretty memperoleh informasi dunia terbaru yang dikirim koran-koran Singapura lewat telegram. Dia juga bekerjasama dengan seorang reporter The Fatherland di Den Haag yang secara diam-diam mengirimkan informasi terbaru tanpa diketahui sang pemilik koran.

Pengetahuannya tentang telegraf saat bekerja di kantor pos juga menguntungkan Berretty. Jika jaringan telegraf dari Singapura sibuk, dia bisa tetap mendapatkan pasokan berita dengan cepat karena jalur telegraf dipindahkan rutenya: dari Belanda ke Afrika Selatan, lalu ke Australia, dan berakhir di Batavia.