Opini

Kantor Berita Antara Lahir dari Pria Blasteran

Kantor Berita Antara Lahir dari Pria Blasteran

Kecepatan layanan Aneta menarik minat koran-koran di Hindia Belanda. Pelanggan pertamanya adalah The Guardian di Batavia, yang lalu diikuti oleh puluhan koran lain yang terbit di Pulau Jawa. Tak heran jika Berretty meraup sukses dalam rentang waktu dua tahun saja. Dua pesaingnya diambil alih, sehingga Aneta menjadi satu-satunya pemain di bisnis itu.

Kesuksesan Berretty mengantarkan dirinya pada kekayaan. Kantornya di kawasan Weltevreden (baca: Pressbureau Aneta) dibangun dengan megah pada tahun 1920. Gedungnya yang tinggi menantang langit adalah simbol kesuksesannya. Di salah satu dindingnya tertulis moto Napoleon yang terkenal: “Activité Activité … … Vitesse!” (Bergerak, Bergerak….Cepat!). Di gedung ini, Aneta beroperasi dengan 20 orang karyawan.

Kesuksesan Berretty tentu membuat dirinya dekat dengan pejabat-pejabat pemerintahan. Kedekatan ini membuat gerah lawan-lawan bisnisnya, termasuk sejumlah koran yang menjadi pelanggannya. Mereka menuduh Aneta sudah menjadi “corong pemerintah”.

Sejak itu, bisnis Berretty mulai terganggu. Apalagi di awal tahun 1920-an teknologi komunikasi global mulai berkembang dan mengancam layanan telegraf Aneta yang waktu itu terkenal cukup mahal. Akibatnya, Aneta jadi sangat tergantung pada pembayaran langganan berita saja.