Oleh: Yasmin Umar
12 Januari 2012 silam, aku menjalani operasi kanker lidah di RS Dharmais Jakarta. Mungkin, detik rangkaian kalimat ini aku tulis, 9 tahun silam dokter bedah ongkologi DR Ramadhan, sedang membuang 15 persen lidahku , dan menyayat leher untuk melihat apakah si kanker sudah masuk ke getah bening. Alhamdulillah tidak. Dan aku baru tersadar saat azan isya mengalun dari masjid di kampung belakang Darmais. Kulihat beberapa slang masih terpasang di mulut, hidung dan tentu infus di lengan.
Pasca operasi hanya 4 hari menjalani pemulihan, dan cabut dengan kereta menuju Bandung menuju rumah sepupu. Dengan slang untuk menyuntikkan asupan nutrisi masih terpasang di hidung. aku didampingi adikku.
Pengobatan panjang dan menguras kesabaran, baru terjadi 2 Minggu kemudian. Saat menjalani radiasi. Sebanyak 25 kali. Senin – Jumat . Sehingga memerlukan waktu 8 Minggu. Karena ada beberapa hari radiasi ditunda karena HB ku drop. Gara gara kecapean keluyuran keliling Jakarta , saat anakku datang dari Pontianak , membezukku. Perlu waktu 3 hari untuk memulihkan HB yang drop . Aku menjalani pengobatan,Konsul ulang dan rehabilitasi – termasuk latihan bicara. Total 6 bulan aku berada di Jakarta tanpa pulang ke Kalimantan sekalipun.
