Lewat puisi dan lagu kita bisa belajar sastra. Kebetulan di masa remaja saya diajar vokal dan penghayatan oleh Yosef Ordilo Oendoen. Kini Bang Yosef salah satu petinggi di Taman Budaya. Sastrawan Kalbar lain yang sempat mengajar kepada saya adalah Long Mizar (Alm), Yudiswara (Alm) termasuk Harun Das Putra (Alm).
Eh tanpa disangka dan dinyana saya jumpa Taufik Ismail dalam acara Rakernas Bina Antarbudaya di Surabaya 31 Maret sd 3 April 2016 kemarin. Kami kembali bersua dan berbagi info sastra terutama daerah.
“Ada kartu nama?” Demikian pinta Taufik kepada saya. Saya memang disodorkannya sebuah kartu nama miliknya dan sebuah leaflet Rumah Puisi yang dibina dekat rumahnya.
Saya memang tak lagi bawa kartu nama lantaran di generasi saya cukup tukar nomor HP. Dari no HP, kita terhubung WhatsUp. Bahkan dari nama saja kita juga terhubung FB. Easy. “Ini gambaran Generasi Z,” sela Asmir Agus yang ngopi bersama Taufik Ismail di sela acara rakernas. Kak Asmir menggolongkan dirinya di Generasi X, adapun saya sebenarnya ada di golongan Generasi Y.
