Elemen ketiga menyangkut konteks atau situasi dari bacaan. Ada empat situasi yang disajikan dalam teks, yaitu: peruntukan pribadi, peruntukan umum (publik), peruntukan okupasional dan peruntukan pendidikan. Novel, surat wasiat, nasehat untuk seseorang termasuk peruntukan pribadi. Dokumen kantor dan himbauan untuk umum termasuk peruntukan publik. Buku manual dan laporan termasuk peruntukan okupasional. Sedangkan buku teks dan lembar kerja kasuk konteks peruntukan pendidikan.
Setiap pertanyaan mencakup ketiga elemen teks tersebut sekaligus. Misalnya, ada pertanyaan yang meminta agar siswa melakukan interpretasi suatu teks, dalam bacaan yang kontinyu dan pada situasi publik, dsb.
Selain tekait dengan bacaan, masih ada satu ganjalan lagi yang membuat belajar lewat jaringan terasa berat. Para siswa ‘dibanjiri’ dengan teks. Bacaan, soal, tugas, serta kemunikasi yang lain berupa teks. Selain membuat mereka merasa jenuh, kecepatan membaca mereka juga rendah. Secara internasional, kecepatan membaca seseorang itu sekitar 300 kata per menit. Dari penelitian, ditemukan kecepatan rerata siswa sekitar 160 kata per menit.
Inilah beberapa mmasalah yang yang muncul dari kegiatan membaca pada pembelajaran dalam jaringan. Diharapkan, para guru dan dosen dapat mengantisipasinya. Semoga!
Pakem Tegal Yogya, 21-3-2020
