Kesulitan kedua berasal dari alat yang digunakan. Sajian dalam HP jauh lebih kecil dari sajian dalam buku apa lagi papan tulis atau sajian pada layar proyeksi. Tentu terasa berat untuk membaca teks terus-menerus, ber-jam-jam sesuai dengan lama waktu sekolah.
Bagi yang di rumah tersedia perangkat komputer atau laptop, sajian lewat HP sebaiknya dipindahkan ke perangkat itu. USB pada kabel pengisi baterai, Charger, yang biasa dihubungkan ke PLN dipindah dihubungkan ke USB CPU atau USB Laptop.
Khusus kesulitan dalam memahami isi bacaan (reading comprehension) tidak mudah diselesaikan. Ini, perlu usaha yang lebih keras.
Survai PISA 2018 menemukan bahwa kemampuan memahami bacaan siswa Indonesia pada urutan ke-72 dari 78 negara peserta (Skor 371). Rerata skor kemampuan membaca, standar PISA, sebesar 500. Dua pertiganya berada di antara 400 dan 600. Dengan skor rerata 371 berarti kemampuan membaca mereka sangat rendah.
