Opini

L e g a c y

L e g a c y

Seperti yang terjadi di Ukraina, semua patung tokoh revolusi komunis Vladimir Lenin dirobohkan dan dihancurkan.  Menandai berakhirnya hegemoni Soviet terhadap Ukraina.  Kemudian patung King Leopold II di Belgia. Semula dianggap pahlawan yang memberadabkan bangsa Congo,  tapi sejatinya lebih 10 rakyat Congo yang mati dalam penjajahan tersebut.  Atau yang belum lama terjadi,  dirobohkan patung Edward Colston di Bristol Barat Inggris.   Patung tersebut dirobohkan, di tarik dan kemudian diceburkan ke sungai.   Patung Colston adalah simbol perbudakan abad 17 M.   Colston merupakan hartawan yang terlibat dalam penjualan budak-budak,  melalui perusahaan perbudakan resmi Inggris (Royal  Africa Company).  Colston dinilai dermawan, namun ingatan bahwa ia mendapatkan kekayaan dari penjualan budak adalah “dosa terbesar” Colston yang tidak bisa dimaafkan.   Maka,  ketika momentum solidaritas Black Lives Matter berhembus,  maka publik melampiaskan kemarahan terhadap patung tersebut.  Banyak lagi contoh-contoh serupa di berbagai negara.  Tokoh yang semula dipuja, kemudian dihancurkan monumennya.  

Pesan dari berbagai peristiwa tersebut bahwa,