Pertama, Penilaian dan pengakuan publik terhadap legacy kita sepanjang ada nilai-nilai keutamaan. Kebesaran dan keberhasilan, ketika ada catatan buruk kejahatan kemanusiaan yang kita lakukan, maka runtuhlah pengakuan akan kebesaran legacy tersebut. Bagaimana semua dunia belajar tentang keberhasilan Christopher Collumbus menemukan pulau Amerika. Namun ternyata keberhasilan tersebut memiliki “cacat”. Karena melakukan genosida terhadap penduduk asli yang mendiami pulau tersebut (Suku Indian). Jadi penting untuk meninggalkan legacy yang bermanfaat dan meninggikan nilai-nilai kemanusiaan dan keutamaan (virtue values).
Kedua, Dari sekian legacy yang dapat kita wariskan kepada generasi berikutnya adalah warisan yang tidak mudah musnah yaitu gagasan dan pikiran. Bukan tidak penting membangun peninggalan fisik. Tetap saja ada manfaatnya, namun pastikan dibalik monumen fisik itu mesti ada pikiran dan gagasan yang besar untuk kemanusiaan. Karena biasanya dibalik keagungan fisik bangunannya “terkubur kebiadaban” terhadap sesama manusia. Ambisi sang Raja, biasanya mengorbankan atau menindas rakyat sebagai pekerja. Atau bagaimana Jepang mempekerjakan para romusa untuk membangun jalan, terowongan hingga benteng pertahanan.
