Awam ditunjukkan dengan makna-makna baru untuk “menghalalkan” atau “mengharamkan” uang yang dikeluarkan senyampang dengan pesta itu. Salah-benar, serba tidak jelas. Yang jelas, pesta terus berjalan. Pertarungan berlangsung, ada pemenang dan ada pecundang. Ada yang bahagia, ada yang menggila.
Kadang terlihat kasat mata, terdengar dan tercium aromanya. Lantas, lama kemudian… kabur. Muncullah kesan: semua itu seperti kentut, ada bau tetapi tak berwujud. Seperti serangan fajar, ada biasan cahaya, tetapi tak bisa diraba. Uang yang diberikan diberi-terima, tetapi disebut tak ada bukti kuitansinya.
Baca Juga:Kamala Harris vs Mike Pence
Kasus mahar La Nyala menunjukkan bahwa sekarang ini banyak orang yang risau. Banyak yang prihatin.
Lalu, bagaimana selanjutnya? (*)
