Opini

Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama

Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama

Contoh mudah yang masih sering kita temukan, datang ke madrasah tepat waktu. Bagaimana siswa akan taat aturan agar tidak datang terlambat ke madrasah apabila guru pendidiknya saja setiap hari datang terlambat? Masalah ini memang masalah sepele tapi sangat krusial dalam memberikan keteladanan. Belum lagi keteladanan yang lebih tinggi, misal mendidik siswa sampai mendapatkan prestasi. Siswa akan lebih menghargai guru yang sudah memberikan teladan nyata dalam berprestasi dan mereka akan berbondong datang untuk dibina dibandingkan dengan guru yang hanya bisa memerintah atau ngomong saja.

Dari kelima nilai budaya kerja yang dicanangkan Kemenag tersebut, sudah seharusnya dan wajib bagi seluruh guru untuk memahaminya. Terpenting lagi mampu melaksanakannya. Bila belum mampu sepenuhnya, paling tidak mampu merubah perilaku buruk yang sangat sederhana (suka datang terlambat menjadi datang tepat waktu). Kita sebagai guru menjadi panutan dan teladan utama bagi seluruh siswa. Kita menjadi model alias artis yang cepat ditiru oleh anak didik kita. Karena itulah, pahami dan laksanakan lima nilai budaya kerja kemenag ini demi kemajuan madrasah kita.

(Penulis adalah Guru MAN 1 Pontianak dan peserta pelatihan journeypreneurship)