Opini

Momen Indah Bersama Om Max

Momen Indah Bersama Om Max
Kiri ke kanan: Drs H Soedarto, Max Jusuf Alkadrie, MBA, Dwi Syafriyanti, Anshari Dimyati, Turiman Faturrahman Nur dan Nur Iskandar saat FGD tentang Hamid Alkadrie di Pusdiklat TOP Indonesia.

Oleh: Nur Iskandar

Kabar duka saya terima dari Syafaruddin Usman sesama mantan aktivis pers kampus, wartawan Jawa Pos Media Group dan terakhir bersama mengajar di Prodi Komunikasi Fisip Universitas Tanjungpura. Bahwa Om Max telah mengehmbuskan napas terakhirnya di Jakarta, Senin, 21/1/19 pukul 11.25. Syafaruddin menulis sebuah artikel obituari ke media yang saya geluti kini, teraju.id.

Saya baru landing di Pontianak pada hari yang sama. Sebelumnya saya tahu Om Max dirawat di rumah sakit sepulangnya dari Canada. Beliau mengeluhkan jantungnya. Sudah pasang ring. Bolak-balik ke RS Jantung Harapan Kita.

Saya berencana membesuk sepulang wawancara Prof Didin S Damanhuri di Bogor, namun beliau dinyatakan sehat dan sudah bisa pulang ke rumah. Belum sempat menemuinya di Jeruk Purut, kabar duka lebih dahulu datang meraut duka. Bibir dan jiwa bergetar seraya berujar innalillahi wainna ilaihi rojiun. Segala sesuatu datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kita doakan agar almarhum khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan sabar, tabah serta ikhlas.

Om Max adalah orang yang istimewa. Beliau bukan hanya sekedar sekretaris pribadi Sultan Hamid II–Menteri Negara Zonder Porto Folio–Perancang Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila, namun tipikal tokoh yang telaten memberikan perhatian sekaligus bimbingan.