Opini

Momen Indah Bersama Om Max

Momen Indah Bersama Om Max
Kiri ke kanan: Drs H Soedarto, Max Jusuf Alkadrie, MBA, Dwi Syafriyanti, Anshari Dimyati, Turiman Faturrahman Nur dan Nur Iskandar saat FGD tentang Hamid Alkadrie di Pusdiklat TOP Indonesia.

Om Max tampak puas. Beberapa buku dia kirim ke koleganya di dalam dan di luar negeri. Salah satunya di Tempo. Koran Tempo membuat ulasan berupa timbangan buku tentang Hamid setelah autobiografi diluncurkan.
Aan dan Turiman berseloroh, “Alhamdulillah amanah Om Max sudah kita tunaikan.”

***
Saya, Aan dan Turiman punya catatan khusus saat menulis Hamid II. Tidak hanya menulis dan meluncurkan buku, tetapi juga menyiapkan Pameran Rancangan Lambang Negara di Gedung Arsipda sepanjang Agustus hingga Oktober 2013.

Tidak hanya puas bahwa lambang negara elang rajawali dari Kerajaan Sintang bisa dipamerkan di Pontianak, tetapi juga papan pameran Museum Konferensi Asia Afrika yang sudah dihibahkan kepada Museum Sintang bisa diboyong ke Gedung Arsipda. Sekda Kalbar Drs HM Zeet Hamdy Assovie, MTM yang kala itu membuka pameran berucap, “Sebegitu hebatnya Sultan Hamid II dalam membingkai Indonesia lewat karyanya,” ujar Zeet seusai menonton film dokumenter Hamid Perancang Lambang Negara produksi Museum Konferensi Asia Afrika. Om Max memberikan sambutan di acara pembukaan pameran. Dia menguraikan betapa cerdasnya pikiran Hamid, bahwa Kalbar dibangunnya dengan dasar pluralitas, begitu juga dengan Republik Indonesia. Itulah ikatan antara sila ketiga Persatuan Indonesia dengan seloka Bhinneka Tunggal Ika yang dicengkeram Garuda. Hamid adalah diplomat ulung. Menguasai 7 bahasa internasional.