“Tagline Volare, Power of Communication itu usulan saya,” kata Om Max. Dia kerap kali berceramah soal maksud, tujuan dan sasaran dari tagline itu. Irisan ceramahnya itu tertuju pula ke saya karena saya reporter radio berita pertama (swasta) di Kalbar itu. Saya membayangkan betapa radio memang merupakan power terhadap komunikasi. Cepat. Tidak seperti koran yang menunggu terbit keesokan harinya.
Kedua, saya adalah reporter. Sebagai reporter, Om Max pernah menugasi saya mewawancarai Danrem 121 Alambana Wanawai. Saya laksanakan dengan baik, kendati dengan tape recorder merk Sony berisi delapan batere ABC, sehingga dapat dibayangkan besarnya tape recorder tersebut. Teman-teman berseloroh, “Tape recorder ente nih Nuris, kalau dilemparkan ke anjing, mati anjing tuh.”
Keberhasilan menembus sumber diapresiasi oleh Om Max. Sejak saat itu beliau punya perhatian khusus buat saya. Apalagi penugasan khusus darinya tak pernah luput. Banyak buku kemudian dia kirim ke alamat rumah. Tape recorder Sony sebesar bantal bayi pun berubah seperti layaknya tape-recorder wartawan umumnya. Rupanya, turun meliput dengan tape recorder besar semata adalah ujian di lapangan.
