Anshari Dimyati adalah Ketua Yayasan Hamid. Dia menulis tesis hukum di Universitas Indonesia tentang putusan terhadap Sultan hamid II. Menurut Aan, sapaan dosen hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak ini, ternyata tidak satupun dalil putusan menyatakan Sultan Hamid melakukan makar. “Dia dipenjara bukan karena makar, tapi karena niat yang sesungguhnya tidak dikerjakannya. Niat jika tidak dikerjakan mestinya tidak bisa dipidanakan. Mestinya bebas murni,” kata Aan sambil menekankan Hamid adalah “korban politik” saat itu.
Turiman Faturrahman Nur juga menulis tesis di Universitas Indonesia soal Hamid II. Dia khusus mengupas sejarah hukum perancang lambang negara. Ilham menulis tesis ini diambil dari liputan khusus kami di Mimbar Untan yang terbit pada tahun 1994. Nah, buku biografi politik Hamid dihimpun dari dua tesis di atas plus liputan jurnalistik yang kami lakukan.
Launching buku Hamid sebanyak 1000 eksemplar ludes di Pontianak Convention Centre. Peluncuran buku ini tergolong terbesar dalam sejarah perbukuan Kalbar. Selain di tempat yang megah, juga melibatkan 1000-an undangan. Hadir saat itu OSO, Walikota Sutarmidji dan Gubernur Kalbar Cornelis (diwakili staf ahli).
