Opini

Momen Indah Bersama Om Max

Momen Indah Bersama Om Max
Kiri ke kanan: Drs H Soedarto, Max Jusuf Alkadrie, MBA, Dwi Syafriyanti, Anshari Dimyati, Turiman Faturrahman Nur dan Nur Iskandar saat FGD tentang Hamid Alkadrie di Pusdiklat TOP Indonesia.

Di makam Muara Angke saya melihat betapa keturunan Sultan Pontianak “diwongke” oleh penduduk Betawi sejak 1751. Betapa sejarah Indonesia turut diukir putra-putri Bumi Khatulistiwa. Saya mematrikan diri kebanggaan atas nusa dan bangsa. Serta tentu saja keulamaan Kesultanan Kadriah Pontianak.

Om Max “bela-belain” membawa ke makam Muara Angke untuk menyambungkan ilmu jurnalistik dan kepenulisan. Liputan semesta.

***
Sejak peluncuran buku biografi politik Sultan Hamid II di tahun 2013, sejak saat itu pula menguat upaya yang lebih dari sekedar buku. Yakni mengupayakan nama Hamid bisa diakui negara sebagai pahlawan nasional.

“SBY pernah menjanjikan saat kampanye di keraton kadriah. Tapi sampai akhir dua periode tak ada kabar beritanya.” Om Max tampak agak kecewa.

Om Max berupaya meneruskan upaya itu di saat Jokowi naik ke posisi RI-1. Tepatnya manakala Jokowi mendatangi Mesjid Jami terkait Festival Kapuas, 2014. “Hanya bisa diucapkan saat bersalaman,” kata Om Max.