Salah satu implementasi Pancasila adalah kerukunan kebangsaan, rukun sesama anak bangsa, rukun sesama dalam penganut agama yang sama, rukun antar penganut agama yang berbeda, dan rukun penganut agama dengan pemerintah.
Sila Pertama Pancasila; Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam ajaran Islam dinilai sesuai dengan prinsip
قل هو الله أحد (Katakanlah, Allah itu maha Esa).
Sila pertama ini( menjiwai seluruh sila dalam Pancasila. Oleh karena itu, dengan Sila pertama ini sangat jelas bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama, maka setiap ajaran apapun dan dari mana pun apalagi komunis yang anti agama sangat jelas dan tegas bertentangan dengan Pancasila, tidak boleh ada, dan tidak boleh diadakan di Indonesia.
Dalam konteks mewujudkan kerukunan antar umat beragama, ada beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain.
1. Memelihara prinsip kebebasan beragama.
Dalam Islam, al-Qur’an sudah tegas:
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ
(Tidak ada paksaan dalam menganut agama, QS. al-Baqarah: 256).
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
(bagi kamu agama kamu, bagiku agamaku, QS. al-Kafirun: 6).
Dalam implemetasi dan prakteknya disebutkan dalam Piagam Madinah, Konstitusi Madinah: Pasal 26: “… Bagi kaum Yahudi diberi kebebasan menjalankan agamanya, dan bagi umat Islam diberi kebebasan menjalankan agamanya. (وأن يهود بني عوف أمة مع المؤمنين لليهود دينهم وللمسلمين دينهم)
