Dalam al-Qur’an diajarkan dengan bahasa dan komunikasi yang santun dan beradab sesuai dengan konteksnya masing-masing:
Ada bahasa قَوْلاً بَلِيغًا (qaulan balighan) artinya perkataan yang berbekas pada jiwa mereka (QS. an-Nisa: 63),
قَوْلاً لَيِّنًا
(qaulan layyinan) artinya kata-kata yang lemah lembut (QS. Thaha, 20: 44),
قَوْلاً مَعْرُوفًا
(qaulan ma’rufan) artinya kata-kata yang ma’ruf, sopan, dan terhormat (QS. al-Baqarah: 235)
قَوْلاً سَدِيدًا
(qaulan sadidan) artinya perkataan yang benar dan tepat sasaran (QS. an-Nisa: 9),
قَوْلاً كَرِيمًا
(qaulan kariman) artinya perkataan yang mulia, penuh kebaikan dan kehormatan (QS. al-Isra’: 3),
dan قَوْلاً مَيْسُورًا (qaulan maysuran) artinya perkataan yang mudah, tidak menyinggung perasaan, membangkitkan harapan dan semangat optimisme (QS. al-Isra’: 28).
Banyak masalah tidak bisa diatasi, bahkan justru memunculkan masalah baru, karena faktor bahasa dan komunikasi yang buruk, apalagi dengan bahasa emosional, sentiment, dan fitnah.
Semoga.
Pontianak, 22 Juni 2020
