Opini

Menentukan Pilihan, “Nyaman-nyaman Sakit”

Menentukan Pilihan, “Nyaman-nyaman Sakit”

“Orang ‘kan menilai. Kalau pun dipengaruhi, ya… berapalah… Saya berani tarohan,” katanya mantap.
Kecuali tentang tarohan, saya setuju pada cara berpikir beliau. Masyarakat kita jumlahnya sangat banyak dan yang banyak itu bermacam-macam. Ada yang kadang memang emosional, ada juga yang pragmatis, dalam menentukan pilihan. Mereka ini bisa menyantap propaganda dan hoaks dengan nikmat.

Tetapi, di tengah kita juga masih banyak orang yang baik. Orang baik ini pilihannya pasti didasarkan pada pertimbangan kebaikan. Mereka tidak akan termakan oleh hoaks bagaimana pun gencarnya karena mereka masih memiliki mata hati dan mata batin. Pada dan bersama merekalah kita menaruh harapan.

Maka, jawaban atas pertanyaan di awal tulisan ini adalah, “Saya akan memilih calon yang terbaik. Saya memilih pilihan orang yang baik”. (*)