Seorang laki-laki asal Afrika Utara berdiri dengan di depannya terhampar barang jualan berupa berbagai suvenir untuk turis-turis. Pedagang kecil itu dengan bahasa tubuhnya menawarkan barangnya kepada manusia-manusia yang lalu lalang. Di kejauhan terdengar bunyi mobil polisi yang tipikal khas Prancis. Dan pedagang kaki lima yang kabur itu tadi, kata istri saya, dari Magribi, Maroko atau Aljazair. Dia dianggap migran yang datang cari pekerjaan di Prancis.
Lalu saya dan Istri balik ke hotel. Masih kenyang makan masakan Turkiye, kami tidak lagi makan malam. Terus ke kamar, bawa roti dan minum air putih hangat. Sesuai kebiasaan, saya lalu membuka laptop dan membuat feature perjalanan sambil sesekali menoleh ke televisi siaran berita stasiun Prancis. (*)
