Opini

Merdeka Lahir dan Batin Merdeka Raga dan Jiwa

Merdeka Lahir dan Batin Merdeka Raga dan Jiwa
Wajidi Sayadi

Ketika pulang ke Indonesia, foto copy kitab ini diserahkan ke saya dengan harapan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ketika itu, saya sedang menulis Disertasi di bawah bimbingan Beliau bersama Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, MA.

Kitab ini sudah diterjemahkan dengan judul Taman Hakekat; Menyelami Nilai Substansial Agama.

Suatu keberuntungan tahun 2019 lalu, ketika ikut bersama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar berkunjung ke Amerika Serikat, menyempatkan diri jalan pagi di halaman Universitas Georgetown di Washinton DC karena menginap di the Melrose Hotel berdekatan dengan kampus Universitas tersebut, juga tak jauh dari Gedung Putih tempat Presiden Amerika Serikat. Langsung teringat buku ini, rupanya di sinilah ditemukan buku tasawuf ini karya ar-Razi yang ditulis lebih dari 750 tahun lalu.

Ada 60 Bab tema yang dibahas, salah satunya berjudul AL-HURRIYAH.
Al-Hurriyah artinya kebebasan atau kemerdekaan, yaitu keluar dari belenggu perbudakan sesama makhluk dan menghilangkan semua ketergantungan.
Syekh Ibrahim ibn Adham Radhiyallahu ‘anhu mengatakan, orang yang merdeka adalah orang yang keluar dari dunia sebelum ia dikeluarkan dari dunia itu sendiri.

Adapun tandanya merdeka adalah runtuhnya tembok pembeda antara urusan dunia dan akhirat dalam hatinya sehingga tidak diperbudak oleh dunia yang ada di hadapannya, atau pun akhirat yang akan ditujunya.