Contoh komunitas motor pas ikut mengantar infak beras dimana touringnya dapat, sholatnya dapat, dakwahnya dapat. Bensinnya keluar dari kocek masing masing. Efektif.
“Ternyata banyak orang ingin masuk surga tapi tak tahu caranya dari mana?” Tugas kami kata Ustadz merangkulnya. Nama Munzalan tidak muncul pun taklah mengapa. Sebab yang dipuji dan dibesarkan hanya Allah.
Azan berkumandang. Kami wudhu. Ustadz Sumar mengaku sangat ngecharge jumpa langsung KH Lukmanul Hakim.
Saat qomat dilantunkan sholat dipimpin Ustadz Adiya. Ustadz Lukman? Makmum. Beliau mendorong yang muda muda tampil ke depan. Sebuah teladan kehidupan nyata di mana banyak guru selalu ingin tampil di depan.
Usai sholat selesai? Belum. Ada giat one day one juz. Caranya? Setiap usai sholat kita membaca dua lembar quran. 5×2 = 10 lembar. Persis 1 juz.

Ada 100an anak muda membaca tartil berjamaah sehingga menggema dan terasa mesjid kapal bergoyang goyang sesuai irama tajwid. Air mata mengucur bagaikan hujan menerpa palka. Bacaan terus melaju mendayu deru. Tembus qalbu.
“Tak mudah mengumpulkan anak muda segini banyaknya setiap hari!” Bunyi kalimat Sumar.
Pak Long Ditektur Lapangan BangKambing biak Sambas juak memberikan jawaban panjang lebar. Pak Long Zulkarnain Aweng menjadi tour guide kami selanjutnya.
