Opini

Ngopi Pagi Bareng Kadisdikbud KKR

Ngopi Pagi Bareng Kadisdikbud KKR

Ketika melempar tanya, “kebiasaan apa yang dulu adalah ketidaksadaran menjadi kesadaran kini yang sepertinya menghantarkan ke kursi orang nomor satu Disdikbud KKR”. Membalas jawabnya dengan mengingat masa lalunya yang dilalui, sepertinya saat di Gertak Kuning dekat bandara Supadio kini. Pak Ayub, begitu panggilan akrabnya, seperti tengah melancarkan perspektif dalam ranah sejarah.

Karakter atau pendidkan karakter sepertinya menjadi pintu masuk untuk kemudian menghantarkan kata kuncinya, yaitu bekerja maksimal, melakukan ikhlas, dan meningkatkan kemampuan diri (self competence updating). Kata kunci ini yang sepertinya menjadi kompas mengarahkan kemudian ke tampuk puncak kursi Disdikbud KKR. Selain itu, juga menjadi bekal asasi mengarungi dunia kepegawaian negeri selama 32 tahun.

Pada gilirannya, terlontar perspektif Pak Ayub dalam dunia pendidikan yang terkait erat dengan membangun manusia. Pembangunan manusia bermakna pendalaman (internalisasi) yang secara praksis melalui proses. Tidak hanya mengajar memberikan ilmu dan besok mendapat gaji, tetapi perlu mencerna terlebih dahulu apa yang nanti akan diberikan kepada anak didik terkait dengan pembangunan manusia.