Opini

Ngopi Pagi Bareng Kadisdikbud KKR

Ngopi Pagi Bareng Kadisdikbud KKR

Ngopi pagi semakin hangat sampai jatuh pada obrolan tentang tradisi Melayu terkait dengan pendidikan. Menurut Pak Ayub, orang zaman dulu mendidik melalui petuah-petuah, salah satunya adalah tutur bahasa kepada orang yang lebih tua. “Jangan sampai menjawab oi oi ketika dipanggil orang tua kecuali dengan sebaya”, tukasnya. Karakter semacam itu yang mengantarkan sampai sekarang dengan prinsip yang dibangun dari tradisi yang melekat selama ini.

Tak kalah penting, tunjuk ajar masa lalu yang bermanfaat sampai sekarang, yang disebut oleh Pak Ayub adalah pendidikan kewirausahaan, mental kerja. “Ke ladang ke sawah, noreh getah, kalau musim hujan atau saat libur pergi ke hutan cari jamur cendawan, cari pakis, merupakan pelajaran untuk daya juang”, tegasnya sambil mengenang masa lalu. Tradisi masa lalu terkandung kisi-kisi pelajaran yang bermanfaat di kemudian hari.

Baca Juga:Berani Memulai

“Dari kecil dari SD sampai SPG jualan, habis Subuh keliling kampung pulang ganti baju ke sekolah masih jualan bawa es” kenangnya sambil mengembangkan senyumnya. Pelajaran semacam ini yang sudah tertinggal di era sekarang ini, teman-temannya dulu tidak merasa risau untuk menjadi apa karena sudah memiliki daya juang dari pelajaran masa lalu untuk mengerjakan apa, begitu tukasnya penuh argumentatif.